Chelsea F.C.
Chelsea F.C.
|
|
Nama lengkap |
|
Julukan
|
The
Pensioners (hingga tahun 1952)
The Blues (kini) |
Didirikan
|
10
Maret 1905; 108 tahun yang lalu
|
Stadion
|
Stamford Bridge,
Fulham, London (Kapasitas: 41.837) |
Pemilik
|
|
Ketua
|
|
Manajer
|
|
Liga
|
|
Posisi 2012—13
|
ke-3,
Liga Utama Inggris
|
Situs web
|
|
Chelsea Football Club adalah sebuah
klub sepak bola Inggris yang bermarkas di Fulham, London. Chelsea didirikan pada tahun 1905 dan kini
berkompetisi di Liga Utama Inggris.
Sepanjang sejarah penampilan dalam dunia sepak bola di Inggris dan Eropa, klub
ini telah meraih empat gelar juara Liga Utama Inggris, tujuh Piala FA, empat Piala Liga,
satu trofi Liga Champions UEFA,
dua Piala Winners UEFA,
satu Liga Eropa UEFA
dan satu Piala Super UEFA.
Stadion kandang mereka Stamford Bridge,
berkapasitas 41.837 kursi penonton,[ telah digunakan sebagai stadion kandang sejak
Chelsea didirikan. Sejak tahun 2003, Chelsea dimiliki oleh Roman Abramovich seorang miliuner asal
Rusia.
Kesuksesan
pertama Chelsea diraih saat meraih gelar juara liga pada tahun 1955. Beberapa
gelar dari berbagai kompetisi juga berhasil diraih pada dekade 1960an, 1970an,
1990an, dan 2000an. Dalam periode lima belas tahun terakhir merupakan periode
terbaik kesuksesan Chelsea; yang ditutup dengan untuk pertama kali meraih gelar
juara Double winner, Liga Utama Inggris dan Piala FA pada tahun 2010 dan
gelar juara Liga Champions UEFA pada tahun 2012.
Kostum utama
Chelsea adalah kaus dan celana berwarna biru royal dengan kaus kaki berwarna
putih. Kombinasi tersebut telah digunakan sejak dekade 1960an. Lambang klub
telah berganti beberapa kali dalam upaya memodernisasi dan mengubah pencitraan.
Lambang yang kini digunakan, yang menampilan seekor singa seremonial memegang sebuah
tongkat, merupakan modifikasi dari lambang yang pernah digunakan pada dekade
1950an. Rata-rata jumlah penonton liga pada laga kandang musim 2011–12
sebanyak 41.478 penonton, jumlah tertinggi keenam pada Liga Utama Inggris.
Sejarah
Pada tahun
1904 H.A. Mears mengakuisisi stadion atletik Stamford Bridge dengan tujuan mengubah
menjadi stadion sepak bola. Ia kemudian merencanakan pendirian sebuah klub
sepak bola baru setelah tawaran yang diberikan kepada Fulham untuk menggunakan stadion tersebut
ditolak. Mengingat telah ada sebuah klub bernama Fulham, nama Chelsea yang
merupakan sebuah kota kecil yang berdekatan dengan stadion dipilih sebagai nama
klub baru tersebut. Nama-nama lain seperti Kensington FC, Stamford
Bridge FC dan London FC sempat dipertimbangkan untuk dipilih.
Chelsea didirikan oleh pada 10 Maret 1905 di sebuah pub The Rising Sun (kini
restoran The Butcher's Hook) dan pertama kali bermain pada kompetisi Football
League.
John
Robertson seorang pemain timnas Skotlandia
berusia 28 tahun saat itu dipilih merangkap jabatan pemain-manajer pertama
Chelsea. Sejumlah pemain direkrut dari berbagai klub untuk memperkuat tim,
seperti penjaga gawang William "Fatty" Foulke dari Sheffield United,
Jimmy Windridge dan Bob McRoberts dari Small Heath,
dan Frank Pearson dari Manchester City.
Pertandingan pertama mereka terjadi pada 2 September 1905, sebuah laga tandang
menghadapi Stockport County.
Chelsea kalah dengan skor 0–1. Sedangkan pertandingan kandang pertama mereka
adalah sebuah kemenangan 4–0 pada laga persahabatan menghadapi Liverpool. Robertson juga merupakan
pencetak gol pertama Chelsea pada laga kompetitif saat kemenangan 1–0 atas Blackpool.
Chelsea
mengalami sejumlah promosi-degragasi pada Divisi Satu dan Divisi Dua Liga
Inggris setelah berhasil meraih promosi ke Divisi Satu pada musim kedua mereka.
Pencapaian terbaik mereka pada tahun-tahun awal adalah berhasil melaju hingga
ke babak final Piala FA 1915 namun dikalahkan Sheffield United di Old Trafford dan saat mengakhiri Divisi
Satu pada posisi tiga klasemen akhir tahun 1920. Chelsea memiliki reputasi mendatangkan
pemain-pemain terkenal dan jumlah penonton yang besar, tapi
kesuksesan masih belum menghampiri mereka pada masa-masa Perang Dunia I dan II.
Mantan
penyerang Arsenal dan Inggris
Ted
Drake menjadi manajer pada tahun 1952. Drake mulai memodernisasi
klub baik di dalam dan di luar lapangan. Ia mengganti logo Chelsea pensioner,
meningkatkan sistem pelatihan dan pembinaan tim usia muda, dan memperkuat
kedalaman tim dengan kelihaian mendatangkan sejumlah pemain dari divisi-divisi
bawah dan liga-liga amatir hingga berhasil membawa Chelsea meraih trofi juara
pertama mereka, gelar juara Divisi Satu Liga Inggris 1954–55. Pada musim
berikut, UEFA mengadakan kejuaraan antar klub juara liga di Eropa, Piala Champions,
namun ketidaksetujuan otoritas Liga Sepak Bola
Inggris dan FA
membuat Chelsea menarik diri dari kejuaraan tersebut sebelum dimulai.[16] Chelsea gagal melanjutkan
kesuksesan tersebut dan hanya menjadi penghuni papan tengah klasemen liga pada
dekade 1950an. Drake dipecat pada tahun 1961 dan digantikan oleh Tommy Docherty yang merangkap jabatan
pemain-manajer.
Chelsea
kembali menjadi juara Liga Utama Inggris 50 tahun kemudian, yaitu pada tahun 2005,
pada masa jabatan manajer Jose Mourinho (2004
- 2007), yang saat itu mendapat dukungan
penuh dari pemilik miliuner minyak berkebangsaan Rusia, Roman Abramovich.
Pada tahun
yang sama (2005), Chelsea juga menjuarai Piala Carling dengan mengalahkan Liverpool. Selanjutnya pada tahun 2006,
Chelsea kembali berhasil menjuarai Liga Utama Inggris. Dan pada tahun 2007,
Chelsea juga kembali berhasil menjuarai Piala Carling setelah mengalahkan Arsenal 2-1 dan menjadi juara Piala FA
setelah mengalahkan Manchester United
1-0 lewat babak perpanjangan waktu.
Tapi
karena beberapa penampilan yang buruk pada awal kompetisi 2007/2008
ditambah dengan ketidak sesuaian dengan sang pemilik, akhirnya Jose Mourinho mengundurkan diri dari
jabatan manager, dan kemudian digantikan oleh Avram Grant mantan manajer tim nasional Israel.
Diawal
masa kepelatihan Grant, banyak kalangan yang memandangnya sebelah mata. Meski
demikian, Avram Grant mampu membawa Chelsea menjadi treble runner-up
yaitu di ajang Piala Carling sebelum dikalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-1. Disusul
menjadi runner-up Liga Utama
Inggris dibawah Manchester United dan menjadi runner-up di ajang Liga
Champions setelah kalah adu penalti 6-5 dari Manchester United.
Namun prestasi tersebut dianggap tidak cukup baik sehingga Grant terpaksa
dipecat di akhir musim.
Pada akhir
Januari 2009, Avram Grant
digantikan oleh pelatih asal Brasil, Luiz Felipe Scolari.
Namun, Scolari juga tidak mampu memberikan prestasi yang memuaskan. Sehingga
pada akhir April 2009 mengalami nasib yang sama dengan Grant. Posisi kosong
manajer Chelsea kemudian diisi oleh pelatih Rusia
saat itu, Guus Hiddink, sampai
akhir musim 2008–09. Pada akhir bulan Mei, sebelum meninggalkan Chelsea, Guus
Hiddink memberikan kenangan manis dengan membawa gelar Piala FA kelima Chelsea.
Diawal
musim kompetisi 2009–10, Chelsea mengumumkan Carlo Ancelotti sebagai manajer baru,
dengan masa kontrak selama 3 musim. Ancelotti langsung memberikan gelar dengan
membawa Chelsea menjuarai Community Shield 2009 setelah mengalahkan Manchester United
dalam adu penalti. Kemenangan dalam adu penalti tersebut merupakan pertama
kalinya bagi Chelsea sejak 1998, saat Chelsea menghadapi Ipswich Town di Piala Liga. Pada akhir
musim, Chelsea berhasil menjuarai Liga Utama Inggris dan Piala FA, yang
merupakan pencapaian pertama dalam sejarah Chelsea. Chelsea juga menjadi klub
ketujuh yang berhasil mendapat rekor mengawinkan gelar Double winner
tersebut. Striker Chelsea, Didier Drogba
berhasil mendapatkan Golden Boot sebagai Pencetak Gol Terbanyak dengan torehan
29 gol. Pada pertandingan terakhir liga pada 9 Mei 2010, Chelsea mempermalukan Wigan
dengan skor telak 8–0 dengan Drogba mencetak 3 gol. Chelsea juga mencetak rekor
menang mutlak 100% terhadap semua tim empat besar EPL (Manchester United,
Liverpool, dan Arsenal). Pada musim keduanya, Ancelotti dipecat Chelsea pada
Mei 2011 setelah kekalahan 1-0 dari Everton di pertandingan terakhir musim
2010–11.
Pada awal
musim 2011–12, André Villas-Boas
ditunjuk sebagai pelatih Chelsea. Setelah sejumlah hasil buruk yang dialami
Chelsea, Villas-Boas dipecat pada bulan Maret 2012. Asistennya, Roberto Di Matteo yang merupakan mantan
pemain Chelsea kemudian ditunjuk sebagai pelatih utama ad interim.
Dibawah arahan Di Matteo Chelsea menunjukkan hasil impresif dengan berhasil
meraih gelar juara Piala FA untuk ketujuh kalinya dan Liga Champions UEFA[19] untuk pertama kalinya dalam
sejarah klub–yang sekaligus menjadi klub London pertama yang meraih gelar tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar